Open top menu
Showing posts with label Realita. Show all posts
Showing posts with label Realita. Show all posts
Thursday, February 19, 2015
Memoar: Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Raja yang Mengenal Filosofi

Memoar: Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Raja yang Mengenal Filosofi





Raja, inilah Raja, Seorang Raja Diraja, khalifatullah ing tanah Jawa. Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Dilahirkan dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun di Ngasem, merupakan putra dari Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Dilahirkan di Ngayogyakarta Hadiningrat, 12 April 1912. Bertahta di Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada tanggal 18 Maret 1940, dengan gelar 'Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga.'

Beliau merupakan satu diantara banyak pemimpin yang selalu melihat kebawah dan memerhatikan rakyatnya. Jika menjadi pemimpin, maka akan sangat mudah dan akan banyak godaan untuk menjadi lalim. Namun tidak begitu dengan Raja Jawa ini, Beliau selalu melihat dan mengayomu yang bawah. Pepatah jawa mengatakan "Adigang, Adigung, Adiguna." (mentang-mentang kaya, mentang-mentang berkuasa, mentang-mentang kuat), begitulah keadaan pemimpin Indonesia saat ini. Namun, Raja Jawa ini tidak begitu, mengerti betul pepatah diatas, beliau ingin dirinya tidak seperti pepetah tersebut, tidak ingin seperti kijang, gajah, dan ular. Beliau memiliki prinsip "Andhap asor" yang artinya tetap merendah tanpa mengurangi wibawa.

Beliaulah Raja sebenarnya yang suka blusukan. Tidak seperti yang sekarang ini, yang inginnya selalu diekspos, satu Nusa Antara tahu semua. Sri Sultan Hamengkubuwana sering jalan-jalan sendiri di sudut kota Jogja tanpa pengawal, bahkan kadang tidak ada yang mengetahui siapa dirinya. Ada banyak cerita keteladanan dari diri Beliau, namun satu yang paling unik adalah cerita dirinya dengan seorang wanita tua penjual beras.

Suatu hari pulang blusukan sendirian, di Desa Godean, Land Rover-nya dihentikan oleh seorang penjual beras yang sudah sepuh. Ia lantas menghentikan jip buatan Inggris itu ke pinggir dan segera turun. Belum sempat mengeluarkan sepatah kata, perempuan tua itu berseru: “ Niki, karung-karung beras niki diunggahake!” Rupanya, sang penjual beras yang tak mengenal wajah Sri Sultan mengira raja Jawa itu sebagai sopir angkutan beras yang biasa membawa para pedagang ke Pasar Kranggan di wilayah kota Yogyakarta.

Tanpa banyak cakap, Sri Sultan pun mengangkat dua karung besar beras ke bagian belakang kendaraannya. Sementara itu sang penjual beras tanpa meminta izin menaiki jip dan duduk di samping Sri Sultan. Sepanjang jalan, mereka ngobrol dengan akrabnya hingga sampai  di tujuan. Tanpa diperintah, Sri Sultan pun keluar dari mobil dan dengan tangkas menurunkan karung-karung tersebut.

Begitu selesai, penjual beras itu lantas merogoh kemben usangnya dan mengeluarkan uang lembaran dan disodorkan ke Sri Sultan. Lelaki ramah itu tersenyum dan menggelengkan kepala. Disikapi seperti itu, alih-alih berterimakasih, sang penjual beras malah ngomel-ngomel, dikiranya “sang sopir” tidak mau menerima “ongkos” karena jumlah uangnya yang kurang. Dengan sabar, Sri Sultan mengatakan,” Pun boten sisah, Mbakyu.”  Artinya: tidak usah bayar, Mbak. Tanpa banyak bicara, ia lantas memacu Land Rover-nya ke arah keraton.

“ E, eeee…Diwenehi duwit kok nampik. Sumengkean temen ta sopir kuwi,” gerutu penjual beras itu. Ya, siapa yang tak berkata demikian di zaman susah itu jika  ada sopir  angkutan yang begitu belagu menampik duit.

Kendaraan Sri Sultan sudah berlalu, namun perempuan itu tetap saja mengomel. Tanpa disadarinya  sudah lama perilakunya disaksikan banyak orang yang ada di sekitarnya. Seorang polisi lantas menghampiri penjual beras itu dan memberitahu jika “sopir” yang baru diomelinya itu adalah Ngarsa Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwana IX).

Bukan main kagetnya penjual beras itu. Bahkan saking kagetnya, ia lantas terhuyung-huyung dan jatuh pingsan hingga dilarikan ke RS. Bethesda. Kejadian itu lantas berkembang dari mulut ke mulut hingga sampai ke telinga Sri Sultan. Demi mendengar si penjual beras yang mengomelinya itu masuk rumah sakit, raja Jawa itu bergegas datang untuk menengok salah satu rakyat yang selalu dijadikannya sebagai raja di hatinya.

Sungguh sangat bagus sikap Raja Jawa ini, patut ditiru oleh semua orang, terutama para pemimpin. Sangat mulia, sudah sewajarnya jika pada saat Beliau wafat rakyat se-Yogyakarta pada bersedih hati. Dan ketika kereta kencana yang membawa jasad Beliau melewati kerumunan orang yang bersedih tersebut, suasananya tiba-tiba berubah menjadi hening, sebagai tanda penghormatan. Hanya terdengar suara dari tapak kaki kuda yang menarik kereta kencana. Sungguh mulia!
Read more
Yogyakarta dalam Kacamata Remaja

Yogyakarta dalam Kacamata Remaja

Yogyakarta, kota budaya nan indah yang ada di pesisir pantai selatan. Eloknya pemandangan dan tata kota didalamnya tak luput dari pesona budaya dan keramahtamahan penghuninya. Yogyakarta, negara di dalam negara kata Susilo Bambang Yudhoyono. Memang benar, menilik sejarahnya dahulu, kota yang tidak terlalu besar ini merupakan sebuah negeri yang makmur dan tenteram. Di dalamnya mengandung filosofi kejawen yang sangat erat. Kerajaan pecahan Mataram ini akan sangat dikenang budinya untuk Indonesia.

Bagaimana tidak? Kerajaan yang merdeka dan makmur, yang sampai Kompeni pun memberi hak untuk berdaulat menjadi Negara Kesultanan dan diiming-imingi beberapa emas dunia, mau-maunya masuk ke Republik Indonesia yang tercinta ini! Selalu mempunyai Raja yang bijaksana dan bergelar khalifatullah ing tanah Jawa, serta mengerti filosofi kejawen dan islam, sekali lagi, mau-maunya menjadi bagian Republik Indonesia yang tercinta ini! Kemudian jangan lupakan hutang Indonesia kepada Yogyakarta. Sebanyak 6 juta gulden disumbangkan untuk menopang berdirinya Republik Indonesia yang tercinta ini. Rajanya yang bijaksana kala itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX berkata, "Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi sekarang." Beliau mengatakan Yogyakarta, bukan mengatakan Saya, Kerajaan, atau Kraton. Begitu besarnya pengorbanan dan makna filosofi manunggal yang diterapkan oleh Pemimpin dan Rakyatnya.

Kita tilik lagi yang sekarang terlihat. Yogyakarta sudah berubah, bukan kearah yang positif, tapi berubah kearah yang negatif. Kebobrokan Ibu Kota ini mulai merambah ke tanahku Yogyakarta. Banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan sosial. Kota ini sudah tidak berpegang teguh dengan filosofi kejawen-nya lagi. Tawuran, narokoba, seks bebas, aborsi, klitih, dan ajang penegakan hedonisme mulai terlihat disetiap sudut kota ini.

Banyak terjadi tawuran, bukan hanya anak SMA, bahkan anak SMP pun mengikuti ajang kebodohan ini. Memang jarang terlihat, karena memang tidak dikoar-koarkan, Alhamdulillah. Yang paling terbaru adalah saling nglitih, ini dilakukan antar geng-geng di kota ini. Tawuran berbasis gerilya yang dilakukan dengan bangga dan sok keren. Padahal? Sangat menyedihkan. Taktik gerilya diciptakan untuk melawan penjajah atau orang yang menyalahi peri kemanusiaan. Bukan, malah dipakai untuk menyalahi aturan peri kemanusiaan. Setelah ditilik lebih lanjut, pembesar geng-geng yang melakukan aksi nglitih ini bukanlah anak Yogya. Rerata adalah anak Jawa Timur atau Luar Jawa. Sementara anggotanya, tentu anak Yogya yang diiming-imingi kekerenan anak TK. Sungguh parah.

Kemudian, kota ini pun dijadikan ajang penegakan hedonisme. Tata kota yang asri dan penuh filosofi, disulap menjadi pusat perbelanjaan atau pasar modern. Pembangunan Mall-Mall sebagai sarang hedonisme mulai banyak berkembang. Yang terakhir di Jalan Magelang. Mall baru yang merusak filosofi kejawen yang asri dan lestari. Maka, banyak masyarakat tanah ini yang menyuarakan, "JOGJA ORA DI DOL!" (JOGJA Tidak Dijual!). Sungguh luar biasa masyarakat tanah ini.

Perubahan ini terjadi bukan karena kejelekan Raja, Abdi, atau Masyarakatnya. Akan tetapi ini disebabkan oleh pemerintahannya yang tidak bisa memegang dan mengerti arti nilai-nilai filosofi kota indah ini. Semoga ini menjadi renungan kita bersama dan kedepannya, bukan hanya Yogyakarta, namun Republik Indonesiaa kita yang tercinta ini dapat maju menjadi yang lebih baik.
Read more
Thursday, January 29, 2015
Belajarlah Dikau!

Belajarlah Dikau!

Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking (source: Wikipedia)

Begitulah Internet, merupakan hal ajaib yang bisa membuat Dunia baru yang dapat menghubungkan apapun ke seluruh dunia. Internet sangat bermanfaat. Tanya Mengapa? Karena Anda bisa mencari apapun disini. Menggunakan search engine yang berada di Internet (misal: Google, Yahoo, Bing, dll), Anda tinggal mengetik kata-kata atau hal yang anda inginkan di search engine ini. Search engine akan menampilkan segala informasi yang ada di Internet menurut keyword. Yap manfaat internet sudah merupakan rahasia umum masyarakat dunia. Bak pisau bermata dua, selain ada manfaatnya pasti ada hal buruk yang ditimbulkan Internet. Pornografi terutama

Bagaimana di Indonesia?

Perhatikan wacana dari majalah online Tekno kompas,
DEPOK, KOMPAS.com — Sejak tahun 2005, Indonesia masuk dalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Tahun 2005, Indonesia berada di posisi ketujuh, tahun 2007 di posisi kelima, dan tahun 2009 di posisi ketiga. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna internet yang kini mencapai 55,2 juta orang.

”Tampilan situs porno mengalami perubahan. Kini muncul dalam kata kunci lain. Untuk membendung hal ini, kami tidak dapat bekerja sendiri, kami perlu mitra kerja,” tutur Freddy Tulung, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (15/3/2012) di Depok.

Freddy melontarkan pertanyaan kepada publik, ”Apakah kita rela jika tahun ini peringkat Indonesia naik menjadi yang pertama?” Menurut dia, hal itu bukan persoalan sepele dan menjadi persoalan serius bangsa.

Dia menyampaikan, ada 10 kata kunci yang paling sering dipakai untuk mengakses situs porno di Indonesia. Sepuluh kata populer itu sesuai dengan data yang tampil di dalam mesin pencari Google pada tahun 2012.

Menurut Freddy, pornografi menjadi bisnis yang menggiurkan di Indonesia sebab pangsa pasarnya banyak. Nilai bisnis pornografi di seluruh dunia saat ini diperkirakan mencapai 400.000 miliar dollar AS. (source: tekno.kompas.com/read/2012/03/15/16273059/indonesia.10.besar.negara.pengakses.situs.porno)

Sangat memprihatikan memang. Indonesia sebagai negara beradab mempunyai jumlah pengunjung situs porno yang sangat besar. Entah, akurasi data di website Kompas.com benar atau tidak. Tapi, kenyataan di lapangan mengatakan IYA. Sedikit cerita, saya pernah pergi ke Warnet untuk mengerjakan tugas sekalian mengeprint tugas tersebut. Di bilik sebrang dipakai anak-anak usia 8-11 tahun. Mereka beramai-ramai dalam satu bilik. Ada seorang dari mereka mengatakan, "Gek ndang di setel bokepe, sing iki wae." (Ayo cepet dimulai bokepnya, pilih yang ini saja). Penasaran, saya beranjak dari bilik saya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di bilik seberang. Ternyata, Oh ternyata, mereka benar-benar sedang menonton video porno, kualitas 3gp lagi, batin saya kenapa tidak yang High Definition (HD) sekalian hehe. Seketika itu langsung saya nasihati dan saya laporkan ke Operator Warnetnya. Miris hati saya melihat generasi penerus bangsa kelakuannya seperti ini.

Realita anak muda Indonesia

Seperti gambar diatas ini, mereka lebih suka bokep daripada buku. Memang sangat nikmat memandang hal-hal seperti itu. Namun, tentu ada dampak negatif dari melihat hal-hal tersebut. Mulai dari bingung sementara, kebodohan, kebutaan, hingga matinya ribuan sel aktif yang ada di otak. Mana bisa Indonesia maju jika generasi mudanya seperti ini.

Pesan untuk pemerintah, majukan pendidikan Indonesia, buat pendidikan dan kurikulum yang bagus dan jelas. Jangan dengan seenaknya gonta-ganti kurikulum, capai sebenarnya. Kemudian untuk Kementrian Komunikasi dan Informatika, mohon situs-situs porno seperti itu diblokir. Blokirnya harus dengan baik, tidak cuma blokir ecek-ecek, yang hanya dengan mengganti DNS langsung bisa membuka situs itu lagi. Yang saya amati sekarang, Kementrian Komunikasi dan Informatika yang sekarang lebih bagus, pemblokirannya sudah tidak dapat ditembus dengan mengganti DNS, namun ada kalanya situs porno tersebut bisa dibuka lagi. Kadan diblokir, kadang tidak, jadi bingung? Lalu seharusnya situs pornografi hanya dapat dinikmati masyarakat diatas 18 tahun. Jadi, di dalam pemblokiran tidak serta merta diblokir secara utuh. Seharusnya diberi kotak login bagi yang sudah memiliki KTP untuk bisa mengunjungi situs itu. Sebenarnya alasannya membuka situs porno bagi orang dewasa itu macam-macam, ada yang kesepian, belum menikah, kecewa, dsb. Jadi situs-situs tersebut benar mengenai sasaran pemirsanya, yaitu masyarakat diatas 18 tahun.

Untuk kawula mudaku, tetap semangat jalani hidup. Terus belajar, belajar yang rajin. Jangan hanya plonga-plongo, tawuran, sex bebas, pornografi, dll. Kasihanilah para pejuang yang memperjuangkan tanah air kita! Banggalah menjadi Indonesia dan terus berusaha majukan Indonesia tercinta ini!

#CMIIW
Read more